Thursday, June 4, 2015

Jack Schwager Tentang Kesamaan Market Wizards

[Pos ini ©2015 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]


Di bagian penutup buku Market Wizards: Interviews with Top Traders, Jack D. Schwager menulis bahwa metode yang dipakai "market wizards" yang ia wawancarai melingkup analisa teknikal murni, analisa fundamental murni, atau kombinasi keduanya. Jangka waktu trading mereka berkisar dari hitungan menit sampai ke tahunan.

Dengan kata lain, semua top trader tersebut menggapai sukses trading saham/komoditas/forex dengan caranya sendiri-sendiri, yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Figure 1. Cover Buku Market Wizards: Interview with Top Trader

Walaupun gaya trader-trader top tersebut berbeda-beda, Jack Schwager menyimpulkan bahwa ada beberapa persamaan yang menyolok. Saya kutip dari buku tersebut:


1. All those interviewed had a driving desire to become successful traders—in many cases, overcoming significant obstacles to reach their goal. 

Semua yang diwawancarai mempunyai dorongan kuat untuk menjadi trader sukes—dalam banyak kasus, mereka harus melewati banyak halangan untuk mencapai cita-cita mereka.


2. All reflected confidence that they could continue to win over the long run. Almost invariably, they considered their own trading as the best and safest investment for their money. 

Semua merefleksikan percaya diri bahwa mereka akan tetap bisa untung dalam jangka panjang. Hampir tanpa pengecualian, mereka juga merasa bahwa cara trading mereka adalah cara investasi terbaik dan teraman untuk uang mereka.


3. Each trader had found a methodology that worked for him and remained true to that approach. It is significant that discipline was the word most frequently mentioned. 

Setiap trader sudah menemukan metode yang tepat untuk dirinya dan konsisten melaksanakan metode tersebut. Sangat penting bahwa disiplin adalah kata yang paling sering mereka sebut.


4. The top traders take their trading very seriously; most devote a substantial amount of their waking  hours to market analysis and trading strategy. 

Para trader top memandang sangat serius trading mereka; mayoritas mengabdikan sejumlah besar waktu mereka untuk analisa pasar dan strategi trading.


5. Rigid risk control is one of the key elements in the trading strategy of virtually all those interviewed. 

Kontrol resiko yang ketat adalah elemen kunci dari strategi trading semua yang diwawancarai.


6. In a variety of ways, many of the traders stressed the importance of having the patience to wait for the right trading opportunity to present itself. 

Dalam berbagai cara, banyak dari para trader menekankan pentingnya untuk sabar menunggu datangnya kesempatan trading yang tepat.


7. The importance of acting independent of the crowd was a frequently emphasized point. 

Pentingnya bertindak mandiri tanpa terpengaruh khalayak ramai adalah poin yang sering ditekankan.


8. All the top traders understand that losing is part of the game.

 Semua top trader mengerti bahwa rugi adalah bagian dari permainan.


9. They all love what they are doing. 

Mereka semua mencintai apa yang mereka kerjakan.






Pos-pos yang berhubungan:

Saturday, May 23, 2015

Karakteristik Trading Plan yang Menguntungkan, Bagian 1

[Pos ini ©2015 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]


John J. Murphy di buku Technical Analysis of the Financial Market menulis bahwa pada tahun 1970 Dunn & Hargitt's Financial Services membandingan sistem trading (trading plan) dari sejumlah Commodity Trading Advisors (CTA) ternama.

Riset tersebut menyimpulkan bahwa sistem trading yang paling menguntungkan (di antara semua sistem-sistem yang dibandingkan) adalah sistem buatan Richard Donchian yang ia namakan 4 Week Rule (Aturan 4 Minggu).

Sistem trading (trading plan) 4-Week Rule bunyinya:

1. Cover short positions and buy long whenever the price exceeds the highs of the four preceding full calendar weeks.

2. Liquidate long positions and sell short whenever the price falls below the lows of the four preceding full calendar weeks.

Dalam bahasa Indonesia:

1. Tutup posisi short dan beli long ketika harga naik menembus  harga tertinggi 4 minggu penuh terakhir.

2. Tutup posisi long dan jual short ketika harga turun di bawah harga terendah 4 minggu penuh terakhir.


[Catatan: posisi long berarti memiliki komoditas/saham; posisi short berarti berhutang komoditas/saham. Jadi, jual short 100 lembar saham berarti menjual 100 lembar saham yang tidak anda miliki dengan cara meminjam dari broker. Saham pinjaman tersebut, suatu saat harus dikembalikan (ditutup) dengan cara membeli balik saham tersebut.]

Perhatikan bahwa 4 Week Rule ini adalah sistem yang berkesinambungan. Artinya, sistem ini SELALU ada posisi di market: kalau tidak long, ya short; kalau tidak short, ya long.

Sistem berkesinambungan ini ada "kelemahannya": saat harga sedang trend naik (atau turun), sistem ini akan memberikan untung yang besar; tapi saat harga sedang trendless (naik-turun dalam kisaran sempit), sistem ini akan merugi. 

(Jika anda belum tahu arti istilah trendless, silahkan baca pos "Arti Istilah Saham Trending Trendless.")

Mengapa hal tersebut adalah "kelemahan"?

Karena kondisi trendless relatif lebih sering terjadi (kurang lebih 70%) dibandingkan kondisi trending naik atau turun (30%), berarti trading plan ini LEBIH SERING RUGI daripada untung.

Tapi walaupun FREKUENSI RUGI LEBIH SERING, 4 Week Rule tetap memberikan profit dan terbukti lebih menguntungkan dibandingkan sistem-sistem trading lain yang lebih rumit.

Kok bisa begitu?

Karena walaupun LEBIH SERING RUGI, ruginya relatif kecil dibanding untungnya. Dengan kata lain, walaupun lebih jarang untung, kerugian-kerugian yang lebih sering terjadi bisa ditutupi keuntungan yang jarang ini. Hebatnya, keuntungan ini masih lebih besar dibandingkan sistem trading lain.

"Wow," anda bersorak dalam hati. "Kalau gitu, saya mau deh memakai 4 Week Rule ini sebagai trading plan main saham saya."

Boleh-boleh saja. Tapi anda tidak bisa serta-merta menerapkan 4 Week Rule ini apa adanya.

Kenapa?

Trading plan 4 Week Rule ini digunakan Richard Donchian untuk trading komoditas di mana menjual short sama mudahnya dengan membeli long. Karena menjual short (hampir) tidak bisa dilakukan di bursa saham Indonesia, trading plan 4 Week Rule di atas SULIT kita terapkan di bursa kita.

Lho? Terus gimana dong?

Artinya, untuk menerapkan trading plan 4 Week Rule anda harus memodifikasi dan menyesuaikannya untuk pasar saham Indonesia.

Caranya?

Sabar dong. Nanti akan saya jelaskan.

Tapi sebelum mencoba menyesuaikan 4 Week Rule untuk trading saham Indonesia, anda harus terlebih dulu memahami karakteristik/ciri-ciri penting dari trading plan ini.

Apa saja karakteristik penting dari 4 Week Rule Richard Donchian?


1. Sederhana

Coba anda baca ulang bunyi dari 4 Week Rule dan resapi.

Sudah?

Untuk menerapkan 4 Week Rule anda tidak perlu tahu analisa fundamental.

Dengan kata lain, anda tidak perlu tahu Earnings, Earnings Per Share, Price-to-Earnings Ratio, Book Value, Price to Book Value, Assets, Liabilities, Growth Rate. Anda juga tidak perlu mempelajari laporan keuangan perusahan, tidak perlu mengikuti berita perusahaan, tidak perlu tahu apakah valuasi saham mahal atau murah.

Penerapan 4 Week Rule juga tidak perlu pengetahuan analisa teknikal.

Dengan kata lain, anda tidak perlu tahu Support/Resistance, tidak perlu tahu pola-pola grafik seperti Head-and-Shoulder, Double Top, Triple Top, Cup with Handle.

Anda juga tidak perlu tahu indikator umum seperti Moving Average, Moving Average Convergence Divergence (MACD), Relative Strength Index (RSI), Stochastics, Bollinger Bands, Parabolic SAR (Stop and Reverse), Fibonacci, Candlestick, Elliot Wave Theory, Elder Ray, Market Profile, apalagi indikator-indikator lain yang lebih rumit.

Anda bahkan tidak perlu tahu VOLUME transaksi.

(Silahkan baca pos "Analisa Volume Transaksi Saham Untuk Pemula. Perlukah?")

Jadi, apa yang perlu diketahui untuk menerapkan 4 Week Rule?

Satu-satunya hal yang perlu anda ketahui hanyalah HARGA.

HARGA dan hanya HARGA.

(Silahkan baca juga pos "Analisa Teknikal Saham untuk Pemula.")
 

2. Tidak perlu data dalam jumlah banyak

Selain membutuhkan HANYA data harga, 4 Week Rule ini tidak perlu data harga dalam jumlah banyak: data harga yang diperlukan HANYA data 4 minggu terakhir.

(Baca juga pos "Banyak Data = Pasti Untung?")


Kedua karakteristik di atas sangat penting dipahami karena banyak pemain saham—terutama pemain saham pemula dan juga menengah—yang beranggapan bahwa trading plan harus menggunakan indikator serumit mungkin dan data sebanyak mungkin.

Mereka menganggap bahwa kalau memakai 1 indikator belum bisa untung, berarti harus memakai 10 indikator; kalau memakai indikator yang sederhana belum bisa untung, berarti harus memakai indikator yang rumit.

Mereka juga menganggap bahwa kalau memakai data harga 1 bulan terakhir belum bisa untung, berarti harus memakai data 1oo tahun terakhir; kalau memakai hanya data harga belum bisa untung, berarti harus menambah data volume.

Intinya: banyak pemain saham beranggapan bahwa semakin rumit suatu trading plan berarti semakin bagus dan semakin menguntungkan.

Nah, trading plan 4 Week Rule ini membuktikan sebaliknya: trading plan yang sederhana ini justru lebih menguntungkan dibandingkan trading plan yang lebih rumit.

Jadi kalau trading plan anda rumit tapi hasilnya tidak memuaskan, saatnya anda meninjau ulang trading plan tersebut.

INGAT: rumit tidak identik dengan untung.


Sekarang anda sudah tahu 2 ciri-ciri penting dari 4 Week Rule. Apakah masih ada karakteristik/ciri-ciri penting lainnya dari 4 Week Rule ini? Mau tahu? Silahkan lanjut baca ke pos "Karakteristik Trading Plan Yang Menguntungkan, Bagian 2." [Belum terbit. Mohon berkunjung kembali.]






Pos-pos yang berhubungan:

Thursday, April 30, 2015

Cara Menjadi Kaya dari Trading Commodities

[Pos ini ©2015 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Di buku How to Build a Fortune in Commodities (terjemahannya kira-kira adalah Bagaimana Menjadi Kaya dari Komoditas) R.C. Allen menulis bahwa untuk bisa sukses trading komoditas, ada aturan-aturan yang harus dijalankan.

Figure 1. Sampul Buku R.C. Allen "How to Build a Fortune in Commodities"

"Bung Iyan," celetuk anda. "Emangnya cara main saham itu sama dengan main komoditas?

Walaupun main komoditas tidak sama persis dengan main saham, tapi persamaannya cukup banyak. Jadi, hampir semua aturan-aturan dasar main komoditas yang ditulis R.C. Allen berlaku juga untuk main saham.

Aturan-aturan tersebut adalah:

1. Have a definite plan and stick to it. Siapkan rencana trading dan laksanakan.

2. Look for "special situations". Cari "situasi spesial".

3. The price of every commodity moves up or down before the fundamentals are known. Harga setiap komoditas naik atau turun sebelum fundamentalnya diketahui.

4. Control your emotions. Kontrol emosi anda.

5. When you make a mistake—admit it. Ketika anda membuat kesalahan—akui.

6. Determine the trend—up or down—then follow it. Perhatikan trendnaik atau turun—lalu ikuti.

7. If you are not sure of a trade—stay out of the market. Jika anda tidak yakin—jauhi pasar.

8. Don't buy or sell unless you believe you can earn a profit of 60% or more. Jangan membeli atau menjual terkecuali anda percaya bisa mendapat untung 60% atau lebih.

(Catatan: Angka 60% terlalu tinggi untuk trading saham jangka pendek.)

9. Never commit your entire capital to any one trade. Jangan mencemplungkan semua modal anda dalam satu transaksi.

10. Learn how to sell "short". Belajar cara menjual "short".

11. Don't get caught in "traps". Jangan terjebak dalam "perangkap".

13. Don't overtrade. Jangan trading berlebihan.

14. Never answer a margin call. Jangan menjawab margin call.

15. The Market is always right. Pasar selalu benar.

16. When a market does not act as it should—get out. Saat pasar bereaksi berbeda dengan seharusnya—tutup posisi.

17. Don't try to average a loss. Jangan menambah posisi yang rugi.

18. Never stay in a position overnight if your loss is over 20%. Jangan pernah membawa posisi ke hari berikutnya jika kerugian anda lebih dari 20%.

19. Never trade on incomplete news or "tips". Jangan pernah jual-beli berdasarkan berita atau "tips" yang tidak lengkap.

20. Don't try to buy at the bottom or sell at the top. Jangan berusaha membeli di paling bawah dan menjual di paling atas.

21. Never sell a new high. Jangan pernah menjual saat terjadi High baru.

22. Never buy a new low. Jangan pernah membeli saat terjadi Low baru.

23. Never try to "hedge" a loss. Jangan pernah "hedge" posisi rugi.

24. Trade only with surplus funds. Don't use money you need for necessary expenses. Lakukan jual-beli hanya dengan dana lebih. Janganlah memakai uang yang anda perlukan untuk kebutuhan sehari-hari.

25. Take several vacations away from the market every year. Setiap tahun, berliburlah beberapa kali untuk menjauhi pasar.

26. Every day gives you a new opportunity. Setiap hari memberikan anda kesempatan baru.






Pos-pos yang berhubungan: