Friday, March 27, 2015

Analisa Teknikal Open High Low Close (OHLC), Bagian 2

[Pos ini ©2014 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Pos ini adalah lanjutan dari pos "Analisa Teknikal Open High Low Close (OHLC), Bagian 1."

Saya tulis di pos "Analisa Teknikal Open High Low Close, Bagian 1" bahwa saat membandingkan harga High, Low, Close, kita bisa membandingkan High, Low, Close bukan hanya dengan High, Low, Close hari sebelumnya tapi juga dengan High, Low, Clos hari-hari sebelumnya.

Bagaimana caranya?

Nah, sekarang saatnya anda membuka file data harga saham Open High Low Close yang anda input secara manual selama minimum 3 bulan (seperti yang saya sarankan di pos "Analisa Teknikal Saham Untuk Pemula").

Tabel 1. Data Open High Low Close ASII Maret 2009
 
[Perhatikan bahwa Tabel 1 berisi data tahun 2009 di mana fraksi harga saham berbeda dengan fraksi harga saat ini. Saya sengaja memakai data tersebut untuk menunjukkan bahwa prinsip dasar analisa teknikal berlaku untuk berbagai kondisi yang berbeda. Jadi, walaupun fraksi harga saham berubah, prinsip-prinsip dasar analisa teknikal tidak berubah.]


Menandai Harga Close

Sekarang saatnya anda menandai harga Close.

Caranya?

Kalau harga Close hari ini lebih tinggi dari Close hari sebelumnya, tandai kotak Close tersebut dengan warna hijau.

Kalau harga Close hari ini lebih rendah dari Close hari sebelumnya, tandai kotak Close tersebut dengan warna kuning.

Kalau harga Close hari ini sama dengan Close hari sebelumnya, tandai kotak Close tersebut dengan warna hari sebelumnya.

Silahkan lihat Tabel 1 data harga Open High Low Close ASII di atas.

Perhatikan bahwa pada tanggal 02 Maret 2009 harga Close ASII adalah 10.850. Karena ini adalah data pertama, kotak harga Close tersebut tidak ditandai.

Lanjut ke tanggal 03 Maret 2009: harga Close ASII = 10.800.

Karena 10.800 lebih rendah dari 10.850 (harga Close hari sebelumnya), tandai kotak 10.800 tersebut dengan warna kuning.

Lanjut ke tanggal 04 Maret 2009: harga Close ASII = 11.000.

Karena 11.000 lebih tinggi dari 10.800 (harga Close hari sebelumnya), tandai kotak 11.000 tersebut dengan warna hijau.

Kalau anda melakukan hal di atas untuk hari-hari berikutnya, hasil yang anda dapatkan adalah seperti Tabel 2 di bawah ini.

Tabel 2. Data Open High Low Close ASII Maret 2009, Close ditandai


Menandai Harga High & Low

Setelah selesai dengan Close, lakukan hal yang serupa dengan harga High dan Low.

Caranya?

Kalau harga High hari ini lebih tinggi (atau sama dengan) High hari sebelumnya, tandai kotak High tersebut dengan warna hijau. Kalau High hari ini LEBIH RENDAH dari High hari sebelumnya, biarkan kotak tersebut tanpa warna.

Kalau Low hari ini lebih rendah (atau sama dengan) Low hari sebelumnya, tandai kotak Low tersebut dengan warna kuning. Kalau Low hari ini LEBIH TINGGI dari Low hari sebelumnya, biarkan kotak tersebut tanpa warna.

Silahkan lihat lagi Tabel 2 data harga Open High Low Close ASII di atas.

Perhatikan bahwa pada tanggal 02 Maret 2009 harga High ASII adalah 11.450 dan harga Low ASII adalah 10.750. Karena ini adalah data pertama, kotak harga High dan Low tersebut tidak ditandai.

Lanjut ke tanggal 03 Maret 2009: harga High ASII =10.900, harga Low ASII = 10.600.

Karena harga High 10.900 LEBIH RENDAH dari 11.450 (High hari sebelumnya), biarkan kotak 10.900 tersebut tanpa ditandai. Alihkan perhatian ke Low. Karena harga Low 10.600 lebih rendah dari 10.750 (Low hari sebelumnya), tandai kota 10.600 tersebut dengan warna kuning.

Lanjut ke tanggal 04 Maret 2009: harga high ASII = 11.050, harga Low ASII = 10.700.

Karena harga High 11.050 lebih tinggi dari 10.900 (High hari sebelumnya), tandai kotak tersebut dengan warna hijau. Alihkan perhatian ke Low. Karena harga Low 10.700 LEBIH TINGGI dari 10.600 (Low hari sebelumnya), biarkan kotak 10.700 tersebut tanpa ditandai.

Kalau anda melakukan hal di atas untuk hari-hari berikutnya, hasil yang anda dapatkan adalah seperti Tabel 3 di bawah ini.

Tabel 3. Data Open High Low Close ASII Maret 2009, Close High Low Ditandai


Bagaimana cara menandai harga Open?

Mau tahu? Silahkan lanjut baca ke pos "Analisa Teknikal Open High Low Close (OHLC), Bagian 3." [Belum terbit. Mohon berkunjung kembali.]






Pos-pos yang berhubungan:
  •  

Tuesday, February 10, 2015

Analisa Volume Saham Pertama Untuk Pemula

[Pos ini ©2015 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Di pos "Analisa Volume Transaksi Saham Untuk Pemula. Perlukah?" saya menyarankan pemula untuk konsentrasi mempelajari pergerakan harga saham dan jangan menghabiskan terlalu banyak waktu mendalami volume transaksi saham. Tapi sebenarnya ada satu analisa volume transaksi saham yang PERLU diketahui pemula.

Analia volume apakah itu?

Analisa volume yang saya maksud adalah:

JANGAN BELI saham yang volume transaksinya kecil.

Mengapa?

Pertama, saham yang volume transaksinya kecil berarti tidak ramai pembeli dan penjual. Karena transaksi yang sepi ini, anda kemungkinan sulit membeli dan menjual saham tersebut di harga yang anda inginkan karena harga Bid dan harga Offer (bid/ask spread) terpaut jauh. (Kalau anda belum tahu arti Bid dan Offer, silahkan baca pos "Istilah 'Bid' dan 'Offer' Ketika Bermain Saham.")

Figure 1. Bid/Offer IMPC 11 Feb 2015 [Sumber: Indo Premier Online Trading (IPOT)]


Kedua, volume transaksi yang kecil juga bisa jadi menyulitkan anda membeli/menjual saham dalam jumlah yang anda inginkan.

Dua hal di atas adalah alasan utama mengapa saya menyarankan pemula untuk menghindari saham-saham yang volume transaksinya kecil.

Tapi masalahnya, "besar" dan "kecil" adalah sesuatu yang relatif.

Transaksi harian 50.000 lot untuk saham UNVR bisa dikategorikan volume yang besar. Sedangkan transaksi harian 500.000 lot untuk saham BUMI bisa dikategorikan volume yang kecil.

Lagipula, pemain saham bermodal besar mungkin menganggap membeli 1.000 lot ASII adalah jumlah yang kecil. Sedangkan pemain bermodal kecil bisa jadi menganggap membeli 10 lot ASII adalah jumlah yang besar.

Kalau begitu, apakah ada cara sederhana untuk menentukan apakah volume transaksi suatu saham relatif cukup "besar" untuk ditransaksikan pemain saham pemula?

Tentu.

Cara tersebut saya namakan Analisa Pertama Volume Transaksi untuk Pemula yang berbunyi:

JANGAN membeli saham MELEBIHI 1/1.000 volume transaksi saham tersebut di hari sebelumnya.

Dengan kata lain, volume transaksi saham hari sebelumnya MINIMUM HARUS 1.000x lipat dari jumlah saham yang ingin anda beli. 

Dengan memakai aturan ini dengan mudah anda bisa menentukan apakah volume transaksi saham yang ingin anda beli termasuk "besar" atau "kecil." 

Kalau volume transaksi hari sebelumnya LEBIH dari 1.000x lipat dari jumlah saham yang ingin anda beli, ini berarti volume saham tersebut cukup "besar" untuk anda. Silahkan membeli saham tersebut sejumlah yang anda inginkan.

Kalau volume transaksi hari sebelumnya KURANG dari 1.000x lipat dari jumlah saham yang ingin anda beli, ini berarti volume saham tersebut terlalu "kecil" untuk anda. Sebaiknya anda membatalkan niat anda membeli saham tersebut. 


Contoh 1:

Misalkan anda ingin membeli 100 lot saham NRCA yang ditransaksikan 150.000 lot pada hari sebelumnya.

Apakah volume saham NRCA cukup "besar" untuk anda beli?

Volume transaksi hari sebelumnya = 150.000 lot

1.000 x 100 lot (jumlah yang ingin anda beli) = 100.000 lot

Volume transaksi hari sebelumnya (150.000 lot) LEBIH BESAR daripada 1000x lipat jumlah yang ingin anda beli (10o.000 lot).

Kesimpulan: Volume transaksi NRCA termasuk "besar" untuk anda dan anda boleh membeli NRCA sejumlah 100 lot.


Contoh 2:

Bagaimana kalau anda tertarik membeli saham MAYA sebanyak 10 lot?

Misalkan anda melihat data bahwa MAYA ditransaksikan 1.000 lot pada hari sebelumnya.

Volume transaksi hari sebelumnya = 1.000 lot

1.000 x 10 lot (jumlah yang ingin anda beli) = 10.000 lot

Volume transaksi hari sebelumnya (1.000 lot) LEBIH KECIL daripada 1.000x lipat jumlah yang ingin anda beli (10.000 lot).

Kesimpulan: Volume transaksi MAYA termasuk "kecil" untuk anda dan sebaiknya anda menghindari saham tersebut.

"Tapi, bung Iyan" kata anda memelas,"saya kepengen banget punya saham MAYA. Bagaimana nih?"

Kalau anda bersikeras tetap mau membeli MAYA, anda boleh membeli MAKSIMUM sejumlah:

(1/1.000) x 1.000 lot (volume transaksi hari sebelumnya) = 1 lot


Saya harap aturan di atas mempermudah anda memilih saham yang volume transaksinya cukup "besar".









Pos-pos yang berhubungan:

Monday, January 19, 2015

Analisa Teknikal Open High Low Close (OHLC), Bagian 1

[Pos ini ©2015 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]


Pos-pos dalam seri ini adalah lanjutan dari seri "Analisa Teknikal Saham Untuk Pemula." Sebelum membaca pos ini, ada baiknya anda membaca dulu/lagi pos tersebut.

Sudah?

Di pos "Analisa Teknikal Saham Untuk Pemula" tersebut saya menunjukkan apa yang harus anda perhatikan dari harga Open, High, Low, dan Close.

Masih ingat?



A. Open (Buka) 

1. Kalau harga saham Open di Prv Price*, hal ini tidak berindikasi apa-apa.
 
2. Kalau harga saham Open di atas Prv Price, saham tersebut relatif Bullish. Semakin tinggi Open di atas Prv Price dan semakin lama Open bertahan di atas Prv Price, semakin Bullish. 

3. Kalau harga saham Open di bawah Prv Price, saham tersebut relatif Bearish. Semakin rendah Open di bawah Prv Price dan semakin lama Open bertahan di bawah Prv Price, semakin Bearish.

[* Prev Price adalah sama dengan Close hari sebelumnya.]

[Kalau anda belum tahu arti Bullish dan Bearish, silahkan baca pos "Arti 'Bullish' dan 'Bearish' di Bursa Saham."]


B. High (Tinggi) & C. Low (Rendah)

1. Kalau High hari ini lebih tinggi dari High kemarin (dalam bahasa Inggris, kondisi ini disebut HIGHER HIGH), saham tersebut relatif Bullish. Semakin tinggi High hari ini di atas High kemarin, semakin Bullish.

2. Kalau High hari ini lebih rendah dari High kemarin (dalam bahasa Inggris, kondisi ini disebut LOWER HIGH), saham tersebut relatif Bearish. Semakin rendah High hari ini di bawah High kemarin, semakin Bearish.

3. Kalau Low hari ini lebih tinggi dari Low kemarin (dalam bahasa Inggris, situasi ini disebut HIGHER LOW), saham tersebut relatif Bullish. Semakin tinggi Low hari ini di atas Low kemarin, semakin Bullish.

4. Kalau Low hari ini lebih rendah dari Low kemarin (dalam bahasa Inggris, situasi ini disebut LOWER LOW), saham tersebut relatif Bearish. Semakin rendah Low hari ini di bawah Low kemarin, semakin Bearish.

5. Kalau kita mengkombinasikan High dan Low, kondisi (relatif) paling Bullish adalah bila High hari ini lebih tinggi dari High kemarin DAN Low hari ini lebih tinggi dari Low kemarin.(Higher High DAN Higher Low.)

6. Kebalikannya, kondisi (relatif) paling Bearish adalah bila High hari ini lebih rendah dari High kemarin DAN Low hari ini juga lebih rendah dari Low kemarin. (Lower High DAN Lower Low.)


D. Close/Last (Tutup)

1. Kalau Close hari ini lebih tinggi dari Close kemarin artinya saham tersebut relatif bullish. Makin tinggi Close hari ini di atas Close kemarin, makin Bullish.

2. Kalau Close hari ini sama dengan Close kemarin, tidak ada yang bisa disimpulkan. Kita perlu mengacu pada indikator lain untuk mengambil kesimpulan.

3. Kalau Close hari ini lebih rendah dari Close kemarin, artinya saham tersebut relatif bearish. Makin rendah Close hari ini di bawah Close kemarin, makin Bearish.

4. Kalau Close di atas harga Open, saham tersebut relatif Bullish. Makin tinggi Close di atas harga Open, makin Bullish.

5. Kalau Close di harga Open, kondisi saham tidak bisa disimpulkan tanpa indikator lain.

6. Kalau Close di bawah harga Open, saham tersebut relatif Bearish. Makin rendah Close di bawah harga Open, makin Bearish.

7. Kalau harga saham Close (relatif) dekat dengan High, saham tersebut (relatif) Bullish. Semakin dekat Close dengan High, semakin Bullish. 

8. Kalau harga saham Close (relatif) dekat dengah Low, saham tersebut (relatif) Bearish. Semakin dekat Close dengan Low, semakin Bearish.

9. Semakin besar rentang antara High dan Low, Close yang semakin dekat dengan High menandakan saham tersebut (relatif) semakin Bullish.

10. Semakin besar rentang antara High dan Low, Close yang semakin dekat dengan Low menandakan saham tersebut (relatif) semakin Bearish.


---#$#---

Ingatan anda sudah segar?

Sebelum kita diskusi lebih lanjut, tahukah anda harga manakah yang paling penting di antara Open, High, Low, Close?

Di pos "Analisa Teknikal Saham Untuk Pemula, Bagian 4" saya menyatakan bahwa mayoritas pemain saham menganggap harga Close adalah harga yang paling penting. Tapi pandangan tersebut tidak 100% tepat.

Kok begitu?

Karena dalam konteks data historikal, harga Close bisa jadi adalah data harga (relatif) paling penting. Tapi harga High dan Low juga tidak kalah penting.

Jadi kalau kita urut, ranking 1 adalah Close; sama-sama ranking 2 beda tipis dengan Close adalah High dan Low.

Bagaimana dengan harga Open?

Dalam konteks data historikal, data Open TIDAK PENTING.

Lho kok bisa? Apakah ini berarti Open tidak penting sama sekali?

Bukan begitu.

Memang, secara data historikal, harga Open tidak penting. Tapi Open adalah data yang penting PADA SAAT harga tersebut TERJADI. Atau dengan kata lain: Open penting tapi hanya pada saat Open terjadi dan hanya penting sampai dengan harga Close terbentuk.

Bingung?

Pernyataan ini akan lebih jelas kalau anda membaca kembali apa saja yang kita bandingkan dari harga Open.

Perhatikan bahwa pada saat bursa dibuka, kita membandingkan Open hari ini dengan Prev Price (pernyataan A1, A2, A3 di atas).

Pada hari itu kita juga membandingkan Open dengan Close hari tersebut (pernyataan D4, D5, D6).

Perhatikan bahwa kita TIDAK PERNAH membandingkan Open hari ini dengan Open hari sebelumnya.

Hal ini berbeda dengan harga High, Low, dan Close.

Saat membandingkan harga High, Low, dan Close, kita membandingkan High hari ini dengan High hari sebelumnya (pernyataan B&C 1 dan B&C 2), Low hari ini dengan Low hari sebelumnya (pernyataan B&C 3 dan B&C 4), Close hari ini dengan Close hari sebelumnya (pernyataan D1, D2, D3).

Nah, saat membandingkan harga High, Low, Close, kita bisa membandingkan High, Low, Close bukan hanya dengan High, Low, Close hari sebelumnya tapi juga dengan High, Low, Close hari-hari sebelumnya. Hal inilah yang dimaksud bahwa High, Low, Close penting dalam konteks data historikal.

Bagaimana dengan Open?

Karena kita tidak pernah membandingkan Open dengan Open hari-hari sebelumnya, ini menyiratkan bahwa data Open tidak penting dalam konteks data historikal.

Cukup jelas?

Sekarang saatnya kita belajar lebih mendalam tentang analisa Open, High, Low, Close. Silahkan lanjut baca ke pos "Analisa Teknikal Open, High, Low, Close (OHLC), Bagian 2." 






Pos-pos yang berhubungan: