Saturday, August 9, 2014

Konsultasi Cara Membuat Trading Plan yang Menguntungkan

[Pos ini ©2014 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Kalau anda sudah main saham beberapa waktu, mungkin anda sudah sadar bahwa kalau mau mendapatkan untung konsisten dari trading ataupun investasi saham, anda harus menyiapkan Trading Plan (rencana trading).

Main sahaminvestasi ataupun tradingtanpa trading plan adalah layaknya berlayar tanpa alat navigasi: kemungkinan amat sangat kecil anda tiba dengan selamat di tujuan. Jauh lebih besar kemungkinan kapal anda menerjang karang, tenggelam, dan anda dimakan hiu.

Tapi menasehati pemula main saham membuat trading plan adalah seperti menasehati seseorang yang baru mulai belajar membaca A, B, C, untuk menulis buku.

"Gimana mau nulis buku," protes anda. "Menulis satu kata saja belum becus."

Tepat sekali.

Sebelum seseorang mulai mencoba menulis buku, ia harus lebih dulu tahu abjad A sampai Z. Setelah itu ia harus belajar arti kata, lalu mulai belajar membaca. Dari membaca, ia akan belajar contoh-contoh cara menulis kalimat yang mudah dimengerti. Dengan mempelajari kalimat-kalimat ini, lambat-laun ia akan tahu bagaimana cara merangkai kata-kata menjadi kalimat yang indah.

Demikian juga dengan belajar main saham.

Sebelum seorang pemula mencoba membuat sendiri trading plan, jauh lebih baik kalau ia belajar melaksanakan trading plan menguntungkan yang sudah disiapkan pemain saham yang lebih berpengalaman. Dengan mencontoh trading plan ini, si pemula lambat-laun akan tahu dasar-dasar trading plan yang menguntungkan.

Masalah berikutnya: belajar dari mana? Apa ada orang yang rela mengajarkan anda trading plan yang menguntungkan?

Cukup banyak buku berbahasa Inggris yang menjelaskan trading plan yang dipakai si penulis. Tapi masalahnya, penjelasan trading plan ini tidak mendetil. Kalaupun ada yang detil, trading plan tersebut belum tentu cocok untuk saham di Bursa Indonesia. 

Bagaimana dengan buku berbahasa Indonesia?

Sepengetahuan saya, sampai saat ini tidak ada buku bahasa Indonesia yang membahas Trading Plan dengan detil. 

Maka dari itu saya menghadirkan Konsultasi Cara Membuat Trading Plan yang Menguntungkan.

Di konsultasi ini saya akan menjabarkan dasar-dasar membuat trading plan (berdasarkan ANALISA TEKNIKAL) yang lengkap mulai dari menentukan saham apa yang layak dibeli, menetapkan harga beli, menentukan titik cut-loss, menentukan kapan harus menjual, dan mengajarkan cara mengelola modal.

Anda hanya perlu melaksanakan Trading Plan tersebut.

Biaya konsultasi: Rp 4 juta.

Jangka waktu konsultasi: 8 minggu (2 bulan).

Setiap 2 minggu anda akan mendapatkan satu dari 4 Modul berikut: 

1. Beli Saham Apa dan Mengapa
2. Beli kapan dan di harga berapa
3. Cara menjual dan cara cut-loss
4. Manajemen Modal

Selama masa konsultasi, anda bebas berkonsultasi dan bertanya melalui email.



Konsultasi Cara Membuat Trading Plan yang Menguntungkan ini:

1. Ditujukan untuk individu yang mau BELAJAR membuat dan melaksanakan trading plan dengan Analisa Teknikal.

2. Melatih anda untuk sabar dan konsisten dalam melaksanakan trading plan.

3. Tidak cocok untuk individu yang baru mau mulai main saham. Silahkan coba main saham dulu beberapa bulan lalu pertimbangkan apakah anda perlu ikut konsultasi ini.

4. Bukan untuk individu yang bermimpi cepat kaya tanpa usaha dan tanpa kerja keras.




Syarat & Ketentuan Untuk Ikut Konsultasi Cara Membuat Trading Plan yang Menguntungkan:  

1. Anda sudah (pernah) bertransaksi (beli-jual) saham.

2. Anda sudah membaca pos "Cara Membeli Saham Untuk Pemula", "Cara Main Saham Untuk Pemula: Setelah Beli", "Cara Cut-Loss Untuk Stop Kerugian Saham", "Cara Menjual Saham Agar Profit Maksimal", "Prinsip Mendasar Analisa Teknikal (Technical Analysis)", "Analisa Teknikal Saham Untuk Pemula".

3. Anda memperkenalkan diri via email ke terusbelajarsaham@gmail.com, dengan (sedikit-dikitnya) informasi nama, usia, profesi, kota domisili, sudah berapa lama main saham, perusahaan broker yang anda pakai, bingkai waktu main saham (jangka panjang atau jangka pendek), apakah untung atau rugi selama ini, modal yang sudah dicemplungkan, dan informasi lain yang menurut anda penting untuk saya ketahui.

4. Saya berhak menolak layanan pada siapapun tanpa memberikan alasan apapun.




Disclaimer, Peringatan, dan Bantahan:

1. Konsultasi ini adalah layanan belajar membuat dan melaksanakan trading plan.

2. Walaupun saya yakin bahwa anda akan mendapatkan untung kalau anda melaksanakan trading plan yang diajarkan dengan konsisten, konsultasi ini TIDAK MENJAMIN keuntungan.

3. Semua transaksi saham beresiko rugi.

4. Semua keputusan anda dalam melakukan jual-beli saham adalah tanggung-jawab anda sendiri. Artinya, semua keuntungan yang didapat adalah hak anda; sebaliknya, semua kerugian yang anda derita adalah juga tanggung-jawab anda.

5. Saya dan blog Terus Belajar Saham TIDAK BERTANGGUNG JAWAB atas segala kerugian anda dalam bentuk apapun.




Pertanyaan Yang Mungkin Anda Tanyakan:  

Tanya: Modal main saham saya Rp 5 juta. Perlukah saya ikut konsultasi ini?
 
Jawab: Tidak.

Kalau modal anda hanya Rp 5 juta—atau bahkan kurang—tidak masuk akal menghabiskan sebagian besar modal anda untuk membayar biaya konsultasi ini.


Tanya: Kalau gitu, siapa yang sebaiknya ikut konsultasi ini?

Jawab: Menurut saya, anda perlu mengikuti konsultasi ini kalau modal main saham anda MINIMUM 5x lipat dari biaya konsultasi ini. Artinya, kalau modal anda Rp 20 juta atau lebih, anda patut mempertimbangkan ikut konsultasi ini.

 
Tanya: Mengapa begitu?

Jawab: Kalau anda main saham dengan modal, misalkan Rp 50 juta, dan anda merugi 10% berarti anda rugi Rp 5 juta. Untuk pemula, rugi 10% adalah hal yang hampir pasti terjadi. Bahkan tidak sedikit pemula yang rugi 50% atau lebih.

Dengan ikut konsultasi ini anda akan tahu cara main saham yang benar dan bisa mencegah kerugian yang fatal.

Dengan kata lain, kalau dengan ikut konsultasi ini anda bisa mengurangi kerugian sebesar biaya konsultasi, konsultasi ini adalah investasi yang menguntungkan.

 
Tanya: Apakah setelah mengikuti konsultasi ini saya pasti untung?

Jawab: Seperti yang saya tulis di Disclaimer, Peringatan, dan Bantahan di atas: kalau anda menjalankan dengan konsisten Trading Plan yang diajarkan, saya yakin anda akan untung. Tapi saya tidak bisa menjamin.

 
Tanya: Kenapa tidak berani menjamin, Pak?

Jawab: Karena sukses atau tidaknya anda dalam belajar main sahamseperti belajar main gitar atau belajar main bulutangkistergantung usaha, latihan, dan kerja keras anda.

Saya bisa mengarahkan anda ke jalan yang benar, saya bisa mengajarkan, tapi anda yang harus melaksanakan.

Tanpa berlatih, berlatih, dan berlatih, tidak mungkin seseorang bisa memainkan alat musik dengan baik. Demikian juga dengan belajar saham.

Tambahan lagi, sukses atau gagal dalam bermain saham juga sangat tergantung kesabaran dan kekonsistenan anda dalam melaksanakan trading plan.

Nah, kalau anda menjamin bahwa anda akan berlatih, berlatih, berlatih, kerja keras, kerja keras, kerja keras, sabar, sabar, sabar, dan konsisten, konsisten, konsisten melaksanakan trading plan, saya berani menjamin anda akan untung.


Tanya: Kenapa jangka waktunya 8 minggu? Kenapa tidak mengirimkan sekaligus 4 Modul?

Jawab: Manfaat utama dari konsultasi ini adalah jasa "konsultasi"nya. Saya berikan waktu 8 minggu tidak hanya untuk mempelajari modul-modul yang diberikan tapi juga untuk BERTANYA dan berKONSULTASI tentang hal-hal yang kurang anda mengerti.


Kalau masih ada pertanyaan lainnya tentang jasa konsultasi ini, silahkan email saya di terusbelajarsaham@gmail.com.






Pos-pos yang berhubungan:

Thursday, July 31, 2014

Cara Menghitung Harga Teoritis Ex Saham Bonus

[Pos ini ©2014 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

Di pos "Mengapa 'Saham Bonus' Bukan Bonus" saya menyatakan bahwa setelah Ex Saham Bonus, harga saham harus diSESUAIkankarena jumlah saham bertambah dengan adanya saham bonusagar NILAI RUPIAH saham tersebut tetap sama sebelum dan sesudah Ex Saham Bonus.

Nah, di pos ini saya akan menjelaskan bagaimana cara menghitung harga saham yang telah disesuaikan ini. Dengan kata lain, kita akan mempelajari cara menghitung harga Close teoritis setelah Ex Saham Bonus.

Untuk mempermudah diskusi, mari kita lihat contoh kasus saham bonus PT. Indospring (INDS) berikut:

Nama saham: INDS 
Rasio Saham Bonus: 4 saham lama mendapat 1 saham baru 
Cum Saham Bonus: 02 Juli 2014
Ex Saham Bonus: 03 Juli 2014

Harga Close INDS pada Cum Saham Bonus: Rp 2.905. 

Pertanyaannya: berapakah harga teoritis Close INDS saat Ex Saham Bonus? 

Untuk menghitung harga teoritis Ex Saham Bonus, hal pertama yang harus anda perhatikan adalah RASIO saham lama dan saham baru.

Pada kasus INDS, rasio saham lama dan saham baru adalah:

4 saham lama mendapat 1 saham baru.

Lalu apa langkah selanjutnya?

Langkah selanjutnya untuk menghitung harga teoritis Ex Saham Bonus adalah MENGUMPAMAKAN anda mempunyai saham sejumlah rasio saham lama. Artinyadalam kasus INDSumpamakan anda mempunyai 4 lembar saham INDS.

Nilai Rupiah saham INDS sebelum Ex saham bonus=

4 lembar x  Rp 2.905/lembar  = Rp 11.620

Anda tahu bahwa pada hari Ex saham bonus, nilai Rupiah saham INDS anda harus tetap sama Rp 11.620, tetapi jumlah saham bertambah dengan adanya saham bonus: 4 saham lama + 1 saham baru:

Rp 11.620 = (4 + 1) lembar x HargaTeoritis/lembar

Karena kita ingin menghitung Harga Teoritis,

Harga Teoritis = Rp 11.620 / (4 + 1) lembar

                         = Rp 2.324/lembar

Jadi, harga teoritis INDS pada saat Ex Saham Bonus =Rp 2.325/lembar (dibulatkan ke fraksi terdekat)

Cukup jelas?

Tabel 1. Harga Saham INDS Pada Cum dan Ex Saham Bonus (Sumber: HOTS KDB Daewoo Securities)

Nah, untuk mempermudah perhitungan harga teoritis setelah Ex untuk kasus saham bonus lainnya, mari kita jabarkan kalkulasi tersebut dalam rumus matematika dengan simbol-simbol sebagai berikut:

OS = Old Share = rasio saham lama
NS = New Share = rasio saham baru
CC = harga Close pada hari Cum
Value = nilai Rupiah saham
CT = Close Theoritical pada hari Ex

OS x CC =  Value

Value = (OS + NS) x CT

Karena kita mau menghitung CT:

CT = Value / (OS + NS) = (OS x CC) / (OS + NS)

atau bisa juga ditulis sebagai berikut:
             
CT = {OS/(OS + NS)} x CC 

Menggunakan rumus ini, harga teoritis saham INDS saat EX Saham Bonus:

CT INDS = {4/(4+1)} x Rp 2.905
                  = Rp 2.324.


Nah, dengan rumus tersebut anda bisa dengan mudah menghitung harga teoritis Ex Saham Bonus untuk kasus saham bonus lainnya.

Mari kita lihat contoh kasus saham bonus PT Timah (TINS) di bawah ini:

Nama Saham: TINS

Rasio saham bonus: 544 saham lama (OS) mendapat 261 saham baru  (NS)
Cum Saham Bonus: 16 April 2014
Ex Saham Bonus: 17 April 2014

Harga Close TINS pada Cum Saham Bonus (CC): Rp 2.045

Berapakah harga teoritis TINS saat Ex Saham Bonus? 

CT = {OS/(OS + NS)} x CC
CT TINS = {544/(544+261)} x Rp 2.045
                  = Rp 1.382

Jadi, harga teoritis TINS setelah Ex Saham Bonus = Rp 1.380 (pembulatan ke fraksi harga terdekat).






Pos-pos yang berhubungan:

Friday, July 18, 2014

Mengapa "Saham Bonus" Bukan Bonus, Bagian 1

[Pos ini ©2014 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Kalau anda belum tahu arti istilah saham bonus, silahkan baca dulu pos "Arti Istilah 'Saham Bonus'." 


Ketika anda mendengar kata "bonus", apa yang terlintas di benak anda?

"Bonus adalah suatu hal positif yang tak terduga," jawab anda. "Sesuatu yang tidak biasa yang sifatnya tambahan, yang menguntungkan dan punya nilai lebih."

Setuju.

Kalau anda mendengar kata "saham bonus", saya rasa anda akan mengambil kesimpulan yang sama.

"Wah, ada saham bonus," pikir anda dalam hati. "Menguntungkan nih."

Masalahnya, kesimpulan anda salah.

Nah, pos ini akan menjelaskan bahwa "saham bonus" cuma namanya saja bonus. Tapi alih-alih memberikan keuntungan, malahan saham "bonus" ini lebih banyak ruginya daripada untung.

Mari kita mulai.


Nilai Saham Bonus 

Misalkan bos andaArip Elitberkata pada anda, "Susan, bulan ini saya akan memberi kamu bonus."

Mata anda berbinar, senyum merekah di bibir. Anda mulai memikirkan tas, sepatu, kosmetik, dan lingerie yang hendak anda beli dengan "bonus" ini.

"Biasanya," lanjut si Arip, "gajimu Rp 3 juta saya bayar dengan 30 lembar pecahan 100.000. Bulan ini, kamu akan mendapatkan bonus 2 kali lipat lembar uang karena gajimu dibayarkan dengan uang pecahan 50.000."

Anda berusaha mencerna kalimat Arip tadi.

2 kali lipat 30 lembar = 60 lembar
60 lembar x Rp 50.000 = Rp 3.000.000

Artinya: nilai Rupiah gaji yang anda terima sama saja 3 juta. Hanya lembar uangnya yang 2 kali lipat.

"Bos sialan," umpat anda dalam hati. "Bonus apaan tuh?"

Tepat sekali.

Lalu apa hubungan ilustrasi di atas dengan saham bonus?

Akan saya jelaskan.

Untuk mempermudah diskusi, mari kita lihat pengumuman saham bonus P.T. Indospring Tbk (INDS):

Nama saham: P.T. Indospring Tbk (INDS)
Rasio saham bonus: 4 saham lama mendapat 1 saham baru
Cum saham bonus: 02 Juli 2014
Ex saham bonus: 03 Juli 2014
Tanggal Pencatatan (Recording Date): 07 Juli 2014
Tanggal pembayaran saham bonus: 22 Juli 2014

Arti pengumuman di atas adalah sebagai berikut: setiap pemegang saham INDS akan mendapatkan 1 lembar saham bonus untuk setiap 4 saham yang ia miliki sampai dengan bursa tutup pada tanggal 02 Juli 2014 (Cum saham bonus).

Nah, misalkan anda punya 4 lot saham INDS dan anda tidak menjual saham tersebut sampai dengan bursa tutup pada tanggal 02 Juli 2014. Ini berarti anda berhak mendapatkan 1 lot saham INDS sebagai bonus.

Pada Tabel 1 di bawah, coba anda perhatikan harga saham INDS pada penutupan (Close) tanggal 02 Juli 2014—tanggal Cum saham bonus:

Harga Close INDS 02 Juli 2014: Rp 2.905

Kalau pada hari berikutnya, 03 Juli 2014—tanggal Ex saham bonusanda memperhatikan harga INDS sebelum perdagangan saham dibuka, anda akan melihat:

Previous Price INDS (=harga Close kemarin) = Rp. 2.325.

Tabel 1. Harga Saham INDS Pada Cum dan Ex Saham Bonus (Sumber: HOTS KDB Daewoo Securities)

Kok bisa turun menjadi 2.325 padahal sebelumnya 2.905?

Bukankah seharusnya Previous Price adalah sama dengan harga Close kemarin?

Anda betul bahwa Previous Price seharusnya sama dengan harga Close kemarin.

(Kalau anda belum tahu hubungan Previous Price dengan harga Close, silahkan baca pos "Analisa Teknikal Saham Untuk Pemula, Bagian 1."  Dan kalau anda ingin tahu cara menghitung harga teoritis setelah Ex Saham Bonus, silahkan baca pos "Cara Menghitung Harga Teoritis Ex Saham Bonus.")

Tapi dengan adanya saham bonus, harga saham INDS pada Ex Saham Bonus harus diSESUAIkan dengan tambahan saham bonus ini agar NILAI RUPIAH saham INDS tetap sama sebelum dan sesudah Ex Saham Bonus.

Artinya, nilai Rupiah saham INDS (jumlah saham dikalikan harga saham) anda pada saat perdagangan dibuka pada Ex Saham Bonus tanggal 03 Juli akan disesuikan menjadi SAMA dengan nilai Rupiah saham INDS anda pada hari sebelumnya.

Karena jumlah saham bertambah dan nilai Rupiah harus sama, berarti harga saham pada hari EX Saham Bonus harus berubah turun.

Itulah sebabnya harga INDS pada tanggal 03 Juli 2014 diSESUAIkan turun menjadi Rp 2.325 dari harga sebelumnya Rp 2.905.

Bingung?

Mari kita hitung bersama.

Tanggal: 02 Juli 2014 (Cum saham bonus)
Jumlah saham INDS yang anda miliki: 4 lot
Harga Close INDS 02 Juli 2014: Rp 2.905.
Nilai Rupiah saham INDS anda = 4 lot x (100 lembar/lot) x Rp 2.905 = Rp 1.162.000.

Tanggal: 03 Juli 2014 (Ex saham bonus)
Jumlah saham INDS yang anda miliki: 5 lot (4 lot + 1 lot bonus)
Previous Price INDS (=harga Close kemarin yang disesuaikan) = Rp. 2.325 (dibulatkan ke fraksi terdekat)
Nilai Rupiah saham INDS anda = 5 lot x (100 lembar/lot) x Rp 2.325 = Rp 1.162.500.

Perhatikan bahwa nilai Rupiah saham anda adalah sama (perbedaan Rp 500 hanyalah karena faktor pembulatan).

Pertanyaan saya: Kalau nilainya tetap sama, tetapi hanya jumlah lembar sahamnya yang bertambah, apakah ini patut disebut BONUS?
 
"Tapi, bung Iyan," kata anda. "Karena nilainya sama, memang kata 'bonus' kurang tepat. Tapi kan tidak merugikan?"

Memang sampai di sini permasalahan saham bonus hanyalah masalah bahasa, masalah semantik. Tapi kisah "saham bonus" belum selesai di sini. Silahkan lanjut baca ke pos "Mengapa 'Saham Bonus' Bukan Bonus, Bagian 2." [Belum terbit. Mohon berkunjung kembali.]






Pos-pos yang berhubungan: